Semarapura,
Mantan Bupati Gianyar A.A. Gde Agung Bharata bersama istri Nanik Mirna terseret arus saat jalan-jalan di pantai Sidayu, Banjarangkan, Klungkung, Minggu (5/9) kemarin.
Sekitar empat jam terombang-ambing di tengah laut, anggota Komisi II DPRD Bali itu ditemukan selamat di pantai Masceti, Gianyar (sekitar empat kilometer sebelah barat pantai Sidayu).
Naas dialami sang istri, Nanik Mirna. Dia temukan sudah tak bernyawa lagi.
Informasi di lapangan menyebutkan, sekitar pukul 09.30 wita, Agung Bharata dan istrinya ditemani seorang ajudan pribadi, Dewa Nyoman Semara Yoga asal Serongga, jalan-jalan di pantai. Diawali dari pantai Lepang, mereka berjalan ke timur menuju pantai Sidayu dan rencananya berakhir di pantai Watu Klotok, Klungkung.
Untuk menuju pantai Watu Klotok, mereka haruss menyeberangi derasnya arus
Tukad Jinah yang merupakan perbatasan pantai Sidayu dan pantai Watu Klotok.
"Sebenarnya saya sudah sarankan untuk tidak memaksakan diri menyeberangi Tukad Jinah Airnya besar, keruh. Arusnya juga deras," kata Dewa Semara Yoga.
Warga sekitar (pemungut batu sikat - red) juga menyarankan Agung Bharata dan istrinya untuk tidak menyeberang. "Namun keduanya tetap nekat.
Beliau (Agung Bharata dan istri) memang sudah biasa jalan- jalan di sini (pantai Sidayu - red) setiap hari libur. Kalau tidak di sini, biasanya ke pantai Sanur," tambah Dewa SemaraYoga.
Dewa SemaraYoga mengaku saat keduanya terseret arus, ia berjalan di belakang. Ia juga mengaku tidak mampu memberi pertolongan karena tidak bisa berenang.
Hal senada juga dikatakan pemungut batu sikat asal Tojan, Klungkung, Ni Sarwi. Ia mengaku melihat persis saat keduanya terseret arus Tukad Jinah. Yang pertama jatuh (terpeleset) perempuannya (Nanik Mirna - red).
Terus yang laki-laki (Agung Bharata) berusaha menolong. Keduanya sempat bisa bangun. Yang perempuan sempat membenarkan rambutnya. Malah yang laki-laki sempat tertawa. Tiba-tiba, datang ombak sangat besar dan akhirnya menghantam keduanya. Selanjutnya, yang perempuan terseret ke arah barat, sedan¬gkan yang laki-laki terseret ke selatan (tengah laut)
Informasi terseretnya pejabat daerah itu, menarik perhatian masyarakat sekitar.
Mereka berbondong-bondong menuju lokasi kejadian. Termasuk pejabat di Klungkung. Mereka di antaranya Wabup Klungkung Tjok. Gede Agung, Ketua DPRD A.A. Anom, Kapolres AKBP.T. Widodo Ra¬hino serta Muspika Banjarangkan. Dan Gianyar, turun ke lokasi Bupati Gianyar Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati, Sekda Cok. Gede Putra Nindia, Ketua'dan anggota DPRD Gi¬anyar.
Pencarian keduanya melibatkan 20 personel Tim SAR, Po- lair dan Brimob Polda Bali. Pencarian dilakukan radius satu kilometer ke tengah laut, menyisir pantai Watu Klotok hingga perairan Gianyar. Tim mengalami kesulitan karena gelombang laut saat itu sangat tinggi, mencapai 3 meter. Arus laut juga sangat keras "Makanya kami sedikit terkendala dan mesti berhati-hati," ujar Koordinator Pos Tim SAR, Faturahman.
Setelah tiga jam pencarian, tim menemukan korban Nanik Mirna dalam kondisi tak bernyawa. Satu jam kemudian, ditemukan Agung Bharata di pantai Masceti, Gianyar. Jarak pantai Maceti dengan pantai Sidayu sekitar empat kilometer.
Sementara itu, Nyonya Nanik Mirna Agung Bharata ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di perairan pantai Lebih. Kondisi almarhumah Nanik Mirna Agung Bharata yang merupakan kelahiran Malang, 10 Juni 1951, mengalami patah tulang pada kaki kin. Saat ini jenazah masih dititipkan di Kamar Jenazah RS Sanjiwani Gianyar, karena masih menunggu paruman ke¬luarga puri.( kmb20).
sumber . Bali Post


0 comments:
Post a Comment