Hasri Ainun Habibie lahir di Semarang, Jawa Tengah, 11 Agustus 1937. Ia adalah anak ke-empat dari delapan bersaudara putra dari Mohammad Besari. Mereka tinggal di Jalan Ranggamalela No. 21 Bandung.
Almarhum Besari memberi makna khusus memberi nama kepada anaknya yang kini menjadi istri mantan Presiden BJ Habibie. Arti nama dari putri berbintang Leo ini yakni mata yang indah. Semasa hidup, Hasri Ainun Habibie sempat menjadi Ibu Negara ketika BJ Habibie menjabat presiden 13 Mei 1998-1999.
Keindahan mata Ibu Ainun memikat Habibie yang kemudian menikahinya pada 12 Mei 1962. Dari hasil pernikahan mereka melahirkan dua anak, Yakni Ilham Akbar dan Thareq Kemal.
Ibu Ainun kuliah di Fakultas Kedokteran di Jakarta. Beberapa tahun kemudian almarhumah bekerja di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat. Kebetulan waktu itu Ibu Ainun menetap di Asrama Belakang RSCM di Jalan Kimia.
Pada 24 Maret 2010, Ibu Ainun masuk Rumah Sakit Ludwig-Maximilians-Universitat, Klinikum, Grohadern, Munchen, Jerman. Ia mengidap penyakit bronchitis dan lemah jantung. Tapi ada yang menyebutkan menderita kanker rahim dan tumor.
Semasa perawatan Ibu Ainun menjalani sembilan kali operasi. Empat dari sembilan operasi merupakan operasi utama, sedangkan sisanya merupakan eksplorasi. Kondisi Ibu Ainun kian hari bertambah buruk. Hingga akhirnya pada 22 Mei pukul 17.30 waktu setempat di Jerman, Ibu Ainun meninggal. Selamat jalan Ibu Ainun.
Almarhum Besari memberi makna khusus memberi nama kepada anaknya yang kini menjadi istri mantan Presiden BJ Habibie. Arti nama dari putri berbintang Leo ini yakni mata yang indah. Semasa hidup, Hasri Ainun Habibie sempat menjadi Ibu Negara ketika BJ Habibie menjabat presiden 13 Mei 1998-1999.
Keindahan mata Ibu Ainun memikat Habibie yang kemudian menikahinya pada 12 Mei 1962. Dari hasil pernikahan mereka melahirkan dua anak, Yakni Ilham Akbar dan Thareq Kemal.
Ibu Ainun kuliah di Fakultas Kedokteran di Jakarta. Beberapa tahun kemudian almarhumah bekerja di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat. Kebetulan waktu itu Ibu Ainun menetap di Asrama Belakang RSCM di Jalan Kimia.
Pada 24 Maret 2010, Ibu Ainun masuk Rumah Sakit Ludwig-Maximilians-Universitat, Klinikum, Grohadern, Munchen, Jerman. Ia mengidap penyakit bronchitis dan lemah jantung. Tapi ada yang menyebutkan menderita kanker rahim dan tumor.
Semasa perawatan Ibu Ainun menjalani sembilan kali operasi. Empat dari sembilan operasi merupakan operasi utama, sedangkan sisanya merupakan eksplorasi. Kondisi Ibu Ainun kian hari bertambah buruk. Hingga akhirnya pada 22 Mei pukul 17.30 waktu setempat di Jerman, Ibu Ainun meninggal. Selamat jalan Ibu Ainun.
Jenazah Ibu Ainun Habibie, BesokTiba di Tanah Air.
Jadwal kedatangan jenazah almarhumah Mantan Ibu Negara Ainun Habibie dimajukan satu hari. Sebelumnya jenazah dijadwalkan akan tiba di tanah air Rabu pagi, namun rencana dimajukan menjadi Selasa pagi. "Insya Allah akan tiba di Tanah Air besok," kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, di Jakarta, Senin (24/5).
selamat jalan Ibu Ainun
Lebih cepatnya kedatangan jenazah almarhum, karena cepatnya proses izin pesawat penjemput. "Kemarin ada kendala izin penerbangan, namun kendala tersebut sudah diatasi, sehingga rombongan bisa lebih cepat ke Jakarta," kata Marty.
Menurut Marty, Kementerian Luar Negeri Indonesia hanya mengurusi seputar proses perizinan jenazah dan rombongan, sedangkan mengenai upacara kenegaraan dan agenda keluarga menjadi tanggung jawab Sekretariat Negara. sumber / Liputan6
selamat jalan Ibu Ainun
Lebih cepatnya kedatangan jenazah almarhum, karena cepatnya proses izin pesawat penjemput. "Kemarin ada kendala izin penerbangan, namun kendala tersebut sudah diatasi, sehingga rombongan bisa lebih cepat ke Jakarta," kata Marty.
Menurut Marty, Kementerian Luar Negeri Indonesia hanya mengurusi seputar proses perizinan jenazah dan rombongan, sedangkan mengenai upacara kenegaraan dan agenda keluarga menjadi tanggung jawab Sekretariat Negara. sumber / Liputan6


0 comments:
Post a Comment